TAK
SEPERTI SEHARUSNYA
“Kau akan tau rasanya “ tukasnya .
seperti itulah yang selalu diucapkannya acap kali betemu denganku . Entah apa
yang sedang di pikirkannya , seperti perasaan tak senang terhadapku yang selalu
dimunculkannya . “ Jujur saja , apapun yang kau ucapkan lena , tak terdengar berarti bagiku ! kau , aku benci kau , berhentilah bersikap
seperti rubah yang berbaik hati sebelum memakan mangsanya . kau monster ! “ Jawabku . Raut wajahnya berubah
sedih seketika , namun meninggalkan senyum diujung bibir sesaat dan pergi dari tempatnya
berdiri . “Aku benci dengannya !!!” jeritku didalam hati . Dia bahkan lebih seperti monster dibandingkan
seorang manusia , yang sialnya lagi dia adalah seorang kakak kandungku . Apapun yang kulakukan , entah bagaimana dia
menilainya itu akan terlihat salah dimatanya.
Yang kutahu dulu , dia adalah orang yang
teramat-tamat menyenangkan . Bagiku , dialah seorang kakak terbaik didunia jauh
sebelum dia menduduki bangku Sekolah Menengah Atas . Terlebih ketika aku mulai
masuk Sekolah tempatnya ia bersekolah ,
dia semakin menjadi titik kecil di kehidupanku . Dan esok adalah hari ulang
tahunku , aku tak ingin ia menjadi pembuat onar di pesta ulang tahunku . Seperti
tahun-tahun sebelumnya . Ia menakuti Sella yang phobia pada rambutan . Ia
bahkan memasukan beberapa sendok gula kedalam minuman Mitha sahabatku yang alergi
dengan yang manis-manis . atau mungkin membiarkan Dina menangis kepedasan karna
tambahan cabe bubuk dalam makanannya . Dan tak lupa pula menambahkan permen
karet kedalam sepatu yang teman-temanku gunakan . Aku sungguh tidak akan
memaafkan apa yang kak lina perbuat untuk yang kesekian kalinya .Pagi sendu menghiasi langit kota tua
ini. Seakan matahari tak mau bangun dari peristirahatannya hingga membuat
langit Nampak cukup muram dipandang . “surpriseee ………..,, Happy birthday Vana “
, segerombolan orang masuk kekamarku , yang tak lain adalah para
sahabat-sahabatku Dina , Sella , Mitha dengan menggunakan topeng panda
kesukaanku . “ kalian ? apa Yang … “. “tentu saja , memberikan ucapan selamat
padamu Vana “ potong sella .“ kau terlalu naïf bila tak tahu hal itu “ tambah Dina
. “hahha, sudah sekarang saatnya “ lanjut Mitha , mereka menarik tanganku dan
memaksaku untuk keluar dari singgasanaku , sungguh menyebalkan .Dibawah , Ibu dan Ayah telah menunggu
dimeja makan , dan mereka mengucapkan selamat kepadaku “ pagi indah untuk yang
berulang tahun “ ucap ayah , sembari mengecup keningku . “selamat ulang tahun
sayang “ balas ibu dan meninggalkan kecupan di pipiku . “Ibu dan ayah akan
pergi ke kantor , sedang ada masalah dikantor , nanti malam kami pastikan
membuat pesta terindah untukmu sayang “ “kuharap begitu , sebelum Lina
menghancurkannya “ ucapku . “kurasa , dia tak akan melakukannya kali ini ,
percayalah pada kami sayang “ memelukku dan pergi .
“sekarang saatnya investigasi kado,
yuhuuuu.. “ ucap mereka kompak “
ah ,, oke-oke aku akan melakukannya “ . Aku mulai membuka kado yang mereka
berikan kepadaku . “ini ? ah , dari mana kalian tau aku menginginkan ini ?
kalian “ . aku memeluk mereka semua . “oh , indah banget “. Dengan iringan
tepuk tangan Lina mengacaukan suasana bahagia kami “ memang , itu membuatmu iri ? “ jawab Mitha. “ah , hal norak seperti itu ,
mengotori pandanganku “ jawab lina asal. “hentikan mengucapkan kata
tak penting seperti itu lina “ balas
Mitha. “apakah aku harus mengucapkan kata
yang lebih manis ? kau bahkan akan alergi untuk itu “ . Sanggah Lina , membungkam mulut Mitha sesaat
dan kemudian pergi meninggalkan kami . “ aku lebih berharap dia bukan
kakakmu Vana “ keluh Dina . “ aku berharap aku bukan adiknya “ jawabku , sontak membuat kami tertawa riang .
***
Pesta ulang tahun dimulai . pukul 8
malam para undangan sudah mulai menempati ruang kosong di rumahku . cukup banyak
teman-temanku yang datang , aku hanya berharap Lina tak ada dirumah saat ini .
pesta berjalan lancar masih belum ada tanda-tanda dari Lina . aku mulai curiga
, apa yang sedang di rencanakan saat ini , kupikir dia sedang merencanakan sesuatu yang lebih besar . Robin datang , membuatku merasa ada kupu-kupu dalam perut
, pandanganku sulit untuk teralihkan . Namun kesenangan itu tak berlangsung
lama , Dina segera menghampiri Robin dengan riangnya . Hal yang membuat aku
merasa marah ketika mereka bersama . Aku sadar bahwa Dina adalah sahabatku ,
akan tidak baik jika aku merebut miliknya saat ini . Robin dan Dina datang
menghampiriku dan mengulurkan tangannya “ Happy Birthday , Vana “ . kata Robin
“ya , trimakasih Robin “ jawabku , berusaha bersikap sewajar mungkin . “
nikmatilah pestanya , teman-teman “ Seruku .
Aku pergi meninggalkan pesta ulang
tahunku , dan menaiki tangga menuju kamarku . Rasa penasaran muncul dibenakku
setelah melewati kamar kak Lina “ apa
yang sedang dilakukannya “ pikirku . Mencoba mengintip di celah-celah pintunya
, yang sepertinya tidak ada siapapun didalam . Aku mencoba membuka pintu yang
ternyata tak terkunci . Bau gudang menyapaku , kamarnya terasa pengap dan
berantakan . banyak buku yang disusun menyerupai gundukan kecil disamping
tempat tidurnya , jendela yang di tutup serapat mungkin , hingga cahaya luar
tak menembus kamarnya . sungguh , menjijikkan ! .
Terdengar suara langkah kaki mendekat ,
yang kurasa itu mungkin saja Lina . Aku beranjak dari kamarnya , dan didepan
pintu aku menemukan Robin yang tepat dihadapanku . “ternyata , ratunya disini . apa
yang kau lakukan ? “ . tanya robin “oh , eh aku ,, “ . “ini Nampak
seperti kamar peninggalan bersejarah , potong Robin . Kami memasuki kamar Lina
, dan mendapati sebuah HP di lantai . “kurasa ini milik Lina “ ucapku .
“mungkin ia lupa membawanya .hmm , ayo kembali kebawah , kurasa mereka sedang
menungguku “ ajakku . Tiba-tiba Robin menarikku dan memelukku . Jangtungku
berdegup tak karuan , aku merasa gila , ini tak seperti yang biasanya kurasakan
. sesaat kemudian ia berhenti mendekapku dan berusaha menciumku , aku sadar dan
menghindarinya , menghambur keluar dari kamar Lina ,Robin mengikutiku dan
langkah kami terhenti ketika kami menyadari apa yang ada didepan kami . “ini
tak seperti yang kau pikirkan “ bela Robin . “ Dina tersenyum “ Vana , aku
mencarimu ayo kita kebawah dan memotong kuenya “ Kata Dina . Aku pergi
mengikutinya . Aku berpikir apakah Dina akan membenciku ? tapi , kurasa ia tak
marah kepadaku dan tak curiga akan hal tadi . Tapi apa yang dilakukan Robin
tadi , tidakkah ia terlalu terang-terangan untuk menghianati Dina ? tapi
mengapa ? mengapa aku merasa senang saat ia memelukku ? aku memang bukan
sahabat yang baik Untuk Dina .
Semuanya menyanyikan lagu ulang tahun
untukku . Dan aku mulai meniupkan harapanku . Aku memotong kue ulangtahunku ,
dan memberikan potongan pertama untuk Ibu dan Ayah . Kemudian sahabatku Dina ,
Sella dan Mitha . Aku terlalu bahagia hingga lupa untuk mengingat semua
kejahatan Lina padaku . Beruntung , pesta ulang tahun kali ini tak ada kejailan
yang dibuat Lina padaku . Ibu berkata bahwa malam ini kak Lina menginap dirumah
temannya . Cukup tenang pikirannku saat ini .
***
Keesokan harinya saaat disekolah , aku
mendengar hal jelek tentangku . sepanjang jalan banyak orang menceritakan
sesuatu tentangku dan tunggu , Robin ?
aku mendengar nama Robin didalamnya . apa yang mereka ceritakan ? apa tentang
kejadian semalam ? kurasa hanya Aku dan Robin yang tahu , mungkin Dina juga
tapi kurasa ia bahkan tak curiga akan hal itu . aku menghindari kerumunan
mereka . dan pergi ketoilet segera . didalam aku mendengar para gadis bercerita
hal yang sama , tentang aku berusaha menggoda dan mencium Robin . ada yang
salah dalam cerita itu . menggoda ? mencium ? aku ? bukan aku tapi Robin . aku
keluar dan mendapati orang yang bercerita tadi adalah Rina dan Sella . Air
mataku mengalir , aku tak percaya , mereka sahabatku sendiri yang sedang
menceritakannku
“ kau penghianat Vana ! Gadis sialan “
maki Sella “Apa yang kau lakukan pada sahabatmu sendiri ? kau bergitu tega Vana
“ lanjut Mitha. “it , ituu…. Tak seperti yang kalian
pikirkan , Robin .. “ jawabku terbata .“tak seperti yang kami pikirkan ? omong kosong !! aku benci
padamu Vana ! kita bukan sahabat ! “ kata Mitha .“asal kamu tahu , kami
bersahabat denganmu hanya karna kasihan kepadamu , kau tak memiliki teman tapi
kau punya banyak hal yang kami butuhkan . kau kaya , pintar , cantik , hanya
karna itulah kami berteman denganmu . tapi dengan kejadian ini , kami malu
memiliki teman sepertimu “ ucap Sella .” enyahlah !! “
Aku berlari meninggalkan toilet , dan
pergi kehalaman belakang sekolah . disana aku menangis . aku tak percaya pada
kenyataan ini . Aku tak percaya sahabatku sendiri yang menyatakan hal itu . Kak
Lina , ya sekarang aku percaya padanya , aku percaya apa yang dikatakannya
tentang sahabatku itu . dia bukan sedang menjelekan sahabat-sahabatku , ia
berkata benar . Aku menyesal , aku yang salah tak mempercayai kakakku sendiri .
Aku ingin bertemu dengannya , aku ingin meminta maaf kepadanya . aku bukan adik
yang baik untuknya . akulah yang monster .
Sampai dirumah , aku naik menuju
kamarnya , disana aku menemukan kamar kosong tak berpenghuni . tidak ada kak
Lina . apakah ia belum pulang ? dimana dia ? . aku menelfon ibu . beberapa kali
tak ada jawaban , hingga akhirnya ibu mengangkatnya . “ halo sayang , tumben menelfon ibu dijam
segini ? ada apa ? apa kau lapar ? tak ada makanan dirumah ?” . “tidak bu’ , kak
Lina . kak lina kemana ? mengapa ia belum pulang ? bukannya ia hanya menginap
semalam ? “ . “oh , kurasa ia masih ingin bermain dirumah temannya , mungkin
malam ia akan pulang . sudah dulu ya , sebentar lagi mama ada rapat , da sayang
I love you “. ibu menutup telfon . baiklah , kurasa ia masih ingin menenagkan
pikirannya diluar .
Aku pergi kekamar Lina , aku menangis .
disini aku bahkan merasa lebih tenang , jauh dari orang . aku tak ingin
mendengar hal-hal buruk tentangku lagi disekolah . selama ini aku slalu
mendengar hal baik tentangku , betapa sakitnya tiba-tiba mendengar hal buruk .
sekarang aku tahu mengapa jendela kamar ini tertutup rapat , ini agar supaya
kamu mendapatkan hal yang lebih memenangkan . aku melihat Kucingku Merin masuk
kekamar , kucing itu menaiki gundukan buku yang disusun Lina agar supaya Kucing
itu bisa naik kapan saja ketempat tidurnya . Aku melihatnya tidur , sepertinya
ia merindukan Lina , sama sepertiku , aku juga merindukannya .
Malam
tiba , aku tertidur dikamar Lina . Tapi
kak Lina yang sedari tadi ku tunggu belum juga kembali . perasaanku tak enak .
tiba-tiba aku teringat “Handphone” mengapa ia tak membawanya ? apa ia lupa ? .
Aku berdiri mencari Handphone yang ku jatuhkan dilantai saat Robin memelukku .
aku menemukannya . aku melihat pesan masuk , dan membaca sebuah pesan , narkoba
? tidak , tidak mungkin kak Lina melakukan ini , pasti ini salah kirim . oh
tuhan , apa yang terjadi , kakakku pergi kebandar narkoba, bukan ketemannya
untuk menginap . aku harus menyusulnya , aku yakin terjadi hal buruk padanya
saat ini . aku keluar dan mengambil kunci mobil , usiaku 16 tahun dan belum
memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) , aku tak peduli , aku harus pergi . aku
mengambil Handphoneku dan mendapati banyak telfon dan SMS masuk dari Dina .
“ aku tahu apa yang terjadi Vana , dan
aku tahu bukan kau yang melakukannya . aku percaya padamu . itu semua perbuatan
Robin . maafkan aku Vana , aku bahkan tak membelamu saat mereka menyerangmu
dengan berbagai makian . aku mencarimu sedari tadi disekolah . aku tahu kau
masih marah padaku , aku minta maaf . sahabatmu Dina :) “
Itu sama sekali bukan salahmu Dina ,
maafkan aku . aku menelfon ayah dan Ibu . mengabarkan kalau kak Lina sedang
dalam bahaya sekarang . aku segera menyusul kak Lina . melihat alamat yang
Bandar narkoba tadi berikan , aku mengetahui dimana tempat itu . selang
beberapa menit , aku menemukan tempatnya . cukup rapi untuk tempat para
penjahat . kuberanikan diri untuk mengetuk pintunya , dan seorang lelaki
bertubuh kekar namun tampak tak karuan keluar . ia memandangku “ada apa nak ? “ tanyanya cukup ramah . “
aku mencari seseorang , Lina namanya “ .
raut wajahnya berubah takut seketika . “ada banyak nama Lina dikota ini, dan
mungkin yang kau cari Lina yang bukan ditempat ini . aku tak mengenalnya “.
Jawabnya .“aku tahu , Lina yang kumaksud disini , cepat katakan, atau aku akan
menelfon polisi untukmu ! “ . “jangan mencoba menakutiku bocah . sudah pergi
sana . pulanglah!! “ . “aku tidak sedang bercanda , tutup mulutmu dan beritahu
saja aku dimana Lina !! “ . ia nampak ketakutan dan akhirnya “ baiklah , dengar
apa yang terjadi padanya saat ini , itu bukan ulah kami , ia sendiri yang ingin
melakukannya !“ . aku khawatir , apa yang dibicarakannya saat ini . “ dia ada
dirumah sakit sekarang , dia seperti wanita gila . mencukur habis rambutnya dan
mengkonsumsi banyak narkoba , dan tak sadarkan diri ,kurasa dia Over Dosis “ . apa
yang barusan dikatakannya membuat dadaku terasa sesak . Apa yang dilakukan Lina
? mengapa ia ? .
aku segera pergi ketempat yang
ditunjukan oleh para Bandar tadi . sampai dirumah sakit aku menanyakan kamar
tempat pasien yang baru saja masuk karna Over Dosis . segera kami menuju
kamarnya .disana aku melihat ia berbaring
tak berdaya , rambutnya telah dicukur habis . aku menangis , aku tak percaya
kak Lina sedang terbaring disana . aku merasa bersalah . apa yang harus
kulakukan ? . “Sadarlah kak , Bangunlah . Tempatmu bukan disitu !! “ tangisku
Ibu dan Ayah datang , dan kemudian
memelukku dan menangis . Aku melihat kak Lina mulai sadar dan membuka matanya .
aku bahagia , tuhan memberikan keajaiban . aku menatapnya dan menangis . “ Bodoh ! , kau tidur cukup lama ! “ kataku . ia tersenyum dan aku memeluknya
. “maafkan aku Vana , aku belum mengucapkan selamat Ulang Tahun untukmu . aku
pergi sebelum acara dimulai “ katanya . “jika kau ingin kue lebih banyak ,
katakan padaku . jangan marah dan pergi begitu saja “ . “maaf telah ..” “simpan maafmu setelah kau keluar dari tempat
ini “ potongku . kami tertawa . “maafkan kami sayang , selama ini kami
mengabaikanmu . kami hanya sibuk dengan uang dan uang saja , tak seharusnya
kami melakukan hal itu “ ucap Ibu menyesal . “Jangan lupa untuk membelikanku
mobil baru , saat uang Ayah dan Ibu sudah menggunung “ . jawab Lina . kami
tertawa , Ibu dan ayah memeluk kami . aku sangat senang , akhirnya semua
kembali SEPERTI SEHARUSNYA . :)